Agenda
24 October 2017
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

SMA Negeri 4 Surakarta yang kini menjelma menjadi salah satu sekolah tingkat menengah kebanggaan kota Bengawan berawal dari itikad sederhana dari seorang tokoh pendidik yang melihat mendesaknya kebutuhan sekolah untuk memberi wadah pembelajaran secara formal bagi masyarakat pada tahun 1946.

Tokoh itu, Drs. H. GPH. Muladi Prawironegoro semula mendirikan SMABagian C Swasta dan selang empat tahun kemudian dengan SK Menteri PPK No. 7371/B tertanggal 2 September 1950 sekolah tersebut dinaikkan statusnya menjadi SMA Negeri dengan nama SMA Negeri III bagian C (ilmu-ilmu sosial). Status Negeri inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari kelahiran sekolah ini.

Perkembangan jumlah siswa yang membuat membengkaknya ruang kelas, pada tahun 1955, SMA Negeri III Bagian C dipecah menjadi dua yakni SMA Negeri IV/C dan SMA Negeri V/C dikepalai masing-masing oleh Drs. H. GPH. Muladi Prawironegoro dan Kabul Dwijo Leksono yang dikuatkan dengan SK Menteri PPK No 4083/B.III pada tanggal 9 Agustus 1955.

Tahun 1958, dua SMA Negeri tersebut berpindah lokasi dan menempati gedung bersama di Jl. LU Adi Sucipto No. 1 dengan sistem pembagian waktu masuk pagi dan siang hari. Pada bulan September tahun 1974, SMA Negeri V/C yang kebagian masuk siang, menempati lokasi baru di kawasan Bibis Cengklik sehingga sejak saat itu gedung di lokasi itu menjadi milik SMA Negeri IV/C hingga sekarang.

Seiring dengan perjalanan waktu dan berlakunya peraturan maupun kurikulum yang ada, sebutan SMA C untuk bagian sosial, SMA B untuk bagian ilmu alam, dan SMA A untuk bagian bahasa dihapuskan. Sehingga SMA 4 bagian C berubah menjadi SMA Negeri 4 Surakarta saja, dengan jurusan lengkap IPA maupun IPS.

Sejak berdirinya SMA 4 mengalami perpindahan lokasi sebanyak tiga kali, yaitu semula ketika berdiri menempati gedung SD Kasatriyan Baluwarti, kemudian meminjam gedung SMP Kristen Banjarsari, baru setelah berhasil dibangunnya gedung di Jl. LU Adi Sucipto No. 1 Manahan, Solo (Proyek pemerintah bantuan UNESCO/PBB) pada tahun 1957, secara permanen memiliki gedung sendiri hingga sekarang.